Senin, 10 Februari 2025
"CARA MENGENDALIKAN EMOSI PADA REMAJA"
Minggu, 19 Januari 2025
TIPS MENGHILANGKAN DAN MENGATASI STRESS
TIPS MENGHILANGKAN DAN MENGATASI STRESS
Apakah Anda pernah mengalami rasa tertekan bekepanjangan? Dunia terasa
sempit. Hidup serasa dikejar-kejar sesuatu yang tidak jelas. Jantung terasa
berdegup kencang tak keruan. Seakan deadline mendekat. Semakin dekat,
semakin terasa berat dada Anda. Bahkan kadang-kadang disertai seringnya Anda
buang air kecil / besar yang tidak menentu. Anda sedang stress!
Dewasa ini, dengan semakin berkembangnya zaman, teknologi semakin canggih,
persaingan ketat baik antar individu, antar kelompok maupun persaingan usaha
semakin terasa, seringkali bila dibiarkan berlarut-larut maka tekanan dalam
dada dan hati kita akan terasa meningkat. Ibarat ban mobil, bila tekanan
semakin tinggi melebihi batasnya, maka yang terjadi adalah pecah ban. Kondisi
kita pun kira-kira mirip seperti itu (tentu saja badan kita tidak akan pecah,
ya), namun hal ini sudah kira-kira menggambarkan kondisi stress ya. Jiwa kita
selalu tegang, berbicara dengan anggota keluarga pun bahkan seperti sedang
meeting di kantor (wah, gawat nih!). Lebih dari itu, kita pun menjadi sulit
tidur, tidak mau makan, badan selalu berkeringat, sulit bicara apalagi bertemu
dengan orang.
Stres ini dapat menimpa siapa saja dari segala umur sejak anak-anak hingga
usia senior, mulai dari tingkatan paling rendah hingga paling tinggi dengan
efek yang sangat buruk bagi kesehatan tubuh kita. Yang patut menjadi perhatian
bagi kita adalah bagaimana mencegahnya, agar stress tingkat tinggi tidak
menimpa kita. Selanjutnya adalah bila sudah terlanjur kena, bagaimana cara mengatasi
dan menghilangkannya.
Beberapa di antara tips bagaimana cara mencegah dan menghilangkan /
mengatasi stress adalah:
- Akuilah situasi
lingkungan Anda saat ini sedang dalam keadaan yang berat. Informasikan hal
ini juga kepada orang terdekat, bila perlu, agar mereka bisa bantu
memotivasi Anda untuk kuat menghadapinya.
- Yakinilah bahwa
Anda sebenarnya kuat dan mampu menghadapi masalah apa pun, sehingga stress
berlebihan sangatlah tidak dibutuhkan. Ingatlah bahwa Allah Yang MahaKuasa
sudah memperlengkapi kita banyak "senjata": tubuh kita yang
masih lengkap dan berfungsi baik (bisa jalan, bisa makan, bisa
beraktivitas, dsb.), memiliki otak dan kemampuan berpikir, yang semua itu
sudah mengantarkan Anda masih survive (selamat) hingga
sekarang sejak lahir. Benar kan?
- Bersyukurlah kepada
Allah Yang Maha Pengasih, Anda masih hidup dan kondisi Anda masih jauh
lebih baik daripada mereka yang baik secara ekonomi maupun secara
pemikiran tidak seberuntung Anda. Berbahagialah.
- Berdoalah kepada
Allah yang Maha Mendengar agar diberi kebaikan dan keberkahan dalam hidup.
Mintalah tolong kepada Dia agar tanganNya segera meraih Anda keluar dari
lembah kesedihan yang mendalam. Menangislah di hadapanNya dan ungkapkan
(saya sarankan untuk diucapkan oleh mulut kita, cukup dengan berbisik dan
merintih saja ya) semua permasalahan kesedihan kita, dan mintalah
dibukakan pintu keluar.
- Lakukanlah
latihan
pernafasan untuk melatih kontrol diri Anda dalam mergantispasi
segala macam tekanan / stress. Setiap kali Anda menarik nafas, bayangkan
bahwa Anda sedang menarik hawa ketenangan yang menyejukkan hati. Ulangi
hingga Anda merasakan ketenangan yang mendalam.
- Pasanglah aromatherapy
di ruang tidur / kamar mandi Anda dengan aroma yang menyejukkan jiwa,
serta pasanglah musik bersuara alam sehingga Anda serasa nyaman berada di
dalamnya. Nikmatilah suasana ini dan tanamkan dalam diri Anda, suasana
se-stress apa pun, Anda tetap nyaman, tenang dan yakin penuh kepercayaan
diri. Wangi geranium, chamomile, lavender baik sekali untuk
membantu mengurangi tekanan dalam hati.
Bila Anda / keluarga Anda masih
tetap memiliki permasalahan stress yang berlebihan / mendalam dan ingin segera
mengatasinya secara permanen, dibutuhkan sebuah terapi. Hipnoterapi
adalah salah satu metode jitu yang sudah terbukti untuk mengatasi dan
menghilangkannya.
Rabu, 25 Desember 2024
POTENSI DIRI REMAJA
A. Pengertian Potensi Diri
Ada banyak sekali pakar yang mencoba mendeskripsikan arti kata dari potensi, salah satu pakar yang mencoba mendeskripsikan kata potensi adalah Wiyono. Menurutnya potensi memiliki arti kemampuan dasar dari seseorang yang masih terpendam dan menunggu untuk dimunculkan menjadi kekuatan yang nyata. Dari pendapat Wiyono tersebut potensi dapat diartikan sebagai kemampuan yang masih terpendam dan siap untuk diwujudkan dan dapat dimanfaatkan dalam kehidupan manusia itu sendiri. Sementara menurut Majdi potensi adalah kemampuan yang masih bisa di kembangkan lebih baik lagi, secara sederhana potensi merupakan kemampuan terpendam yang masih perlu untuk dikembangkan.
Potensi diri merupakan kemampuan, kekuatan, baik yang belum terwujud maupun yang telah terwujud, yang dimiliki seseorang, tetapi belum sepenuhnya terlihat atau dipergunakan secara maksimal. Dengan mengetahui potensi diri, kita akan merasa lebih percaya diri dalam melaksanakan setiap tugas dalam hidup kita. Kita juga dapat mengambil keputusan secara tepat menyangkut karier atau hidup kita. Selain itu, secara psikis pribadi kita juga akan merasa nyaman sebab kita mengerjakan sesuatu sesuai dengan potensi yang kita miliki. Tentunya ini akan berpengaruh dalam banyak hal dalam hidup kita, terlebih akan nampak dalam kinerja (produktifitas) dari apa yang kita buat atau lakukan atau hasilkan dalam hidup kita sehari-hari. Jadi, jelaslah bahwa memahami potensi diri itu sangatlah penting dan memang perlu diupayakan oleh setiap pribadi. Sebab dengan memahami dan mengetahui potensi atau talenta yang kita miliki itu, ia dapat membantu kita meningkatkan kinerja (produktifitas) kita lebih baik lagi dari tugas-tugas atau dari apa yang kita lakukan sehari-hari dalam hidup. Selain itu, potensi itu pulalah yang akan mengarahkan dan memotivasi kita untuk lebih meningkatkan produktifitas hidup kita sehari-hari. Namun, yang perlu dingat adalah potensi itu bukanlah sebuah produk atau barang yang sudah jadi. Potensi atau talenta yang dapat meningkatkan kinerja (produktifitas) hidup kita adalah hasil atau produk dari pengalaman belajar dan pengalaman hidup kita sehari-hari yang sudah kita refleksikan.
B. Macam - macam Potensi Diri
Setelah kita mengetahui definisi dari Potensi
diri diatas, Kita akan membahas Macam-macam Potensi diri pada Manusia. Manusia
memiliki potensi diri yang dapat dibedakan menjadi 5 macam, yaitu:
1.
Potensi Fisik ( Phychomotoric
)
Potensi
diri ini dapat diberdayakan sesuai fungsinya untuk saling membagi kepentingan
untuk memenuhi kebutuhan hidupnya. Contohnya hidung untuk mencium bau, tangan
untuk menulis, kaki untuk berjalan, telinga untuk mendengar, dan mata untuk
melihat.
2. Potensi Mental Intelektual (Intellectual Quotient)
Potensi
diri ini adalah potensi kecerdasan yang terdapat di otak manusia (terutama otak
bagian kiri). Fungsi dari potensi ini yaitu untuk merencanakan sesuatu,
menghitung dan menganalisis.
3. Potensi Sosial Emosional (Emotional Quotient)
Potensi
diri ini sama dengan potensi mental intelektual, tetapi potensi ini terdapat di
otak manusia bagian kanan. Fungsinya yaitu untuk bertanggung jawab,
mengendalikan amarah, motivasi, dan kesadaran diri.
4. Potensi Mental Spiritual (Spiritual Quotient)
Potensi
ini merupakan potensi kecerdasan yang berasal dari dalam diri manusia yang
berhubungan dengan kesadaran jiwa, bukan hanya untuk mengetahui norma, tapi
untuk menemukan norma.
5. Potensi Daya Juang (Adversity Quetient)
Sama seperti potensi mental spiritual, potensi daya juang juga berasal dari dalam diri manusia dan berhubungan dengan keuletan, ketangguhan, dan daya juang yang tinggi.
C. Mengenali dan Menggali Potensi Diri
Pada dasarnya setiap manusia memiliki kekuatan dan
potensi masing-masing. Tapi sampai saat ini masih banyak yang belum menyadari
potensi di dalam dirinya sendiri. Padahal potensi setiap orang sangat menunjang
kesuksesan hidupnya jika diasah dengan baik. Berikut tips mengenali potensi
diri :
1. Kenali
diri sendiri
Coba buat daftar pertanyaan, seperti: apa yang
membuat Anda bahagia; apa yang Anda inginkan dalam hidup ini; apa kelebihan dan
kekuatan Anda; dan apa saja kelemahan Anda. Kemudian jawablah pertanyaan ini
secara jujur dan objektif. Mintalah bantuan keluarga atau sahabat untuk menilai
kelemahan dan kekuatan Anda.
2. Tentukan
tujuan hidup
Tentukan tujuan hidup Anda baik itu tujuan
jangka waktu pendek
maupun jangka panjang secara realistis. Realistis
maksudnya yang sesuai dengan kemampuan dan kompetensi Anda. Menentukan tujuan
yang jauh boleh aja asal diikuti oleh semangat untuk mencapainya.
3. Kenali
motivasi hidup
Setiap manusia memiliki motivasi tersendiri
untuk mencapai tujuan hidupnya. Coba kenali apa motivasi hidup Anda, apa yang
bisa melecut semangat Anda untuk menghasilkan karya terbaik, dan sebagainya.
Sehingga Anda memiliki kekuatan dan dukungan moril dari dalam diri.
4. Hilangkan
negative thinking
Buanglah pikiran-pikiran negatif yang bisa
menghambat langkah Anda mencapai tujuan. Setiap kali Anda menghadapi hambatan,
jangan menyalahkan orang lain. Lebih baik coba evaluasi kembali langkah Anda
mungkin ada sesuatu yang perlu diperbaiki. Kemudian melangkahlah kembali jika
Anda telah menemukan jalan yang mantap.
5. Jangan
mengadili diri sendiri
Jika terjadi sesuatu yang tidak diinginkan dalam mencapai tujuan Anda, jangan menyesali dan mengadili diri sendiri berlarut-larut. Hal ini hanya akan membuang waktu dan energi. Bangkit dan tataplah masa depan. Jadikan kegagalan sebagai pengalaman dan bahan pelajaran untuk maju.
D. Menggali Potensi Diri
Faktor-faktor apa
saja yang membuat potensi diri Anda bisa tergali?
1. Percaya
diri. Kurangnya percaya
diri bisa menghilangkan kesempatan Anda untuk menggali potensi diri Anda, akan
tetapi tidak menghilangkan potensi.
2. Hobi
dan minat. Jika Anda
mengerjakan sesuatu yang Anda sukai bahkan sebagai hobi atau minat pasti akan menghasilkan sesuatu yang memuaskan (seharusnya). Jadi cobalah gali potensi
yang sejalan dengan minat Anda, akan tetapi jangan lupakan yang bukan minat Anda.
3. Pergaulan. Misal jika Anda punya pergaulan yang baik dengan orang yang pintar maka Anda akan jadi pintar.
Rabu, 09 Oktober 2024
KEPEKAAN DIRI DAN SOSIAL
A. Pengertian Kepekaan Diri dan
Sosial
Kepekaan diri dan sosial merupakan kemampuan untuk merasakan dan mengamati reaksi - reaksi yang terjadi di lingkungan serta perubahan orang lain yang ditunjukkannya baik secara verbal maupun nonverbal. Seorang individu diasah dan ditempa untuk mengenal nilai moral baik buruk, pantas-tidak pantas, mulia-hina, sikap-sikap yang membawa kepada keberhasilan atau pola perilaku yang mengakibatkan kegagalan. Tumbuhnya kepekaan diri dan kepekaan sosial tersebut selanjutnya akan membentuk kerpibadian seseorang. Bentuk kepekaan diri antar lain peka terhadap ekspresi wajah dan perasaan, pikiran dan pendapat dan lain-lain. Sedangkan kepekaan sosial contohnya peka terhadap berita di media massa, perilaku ikut-ikutan, gosip dan fitnah serta pergaulan.
Kepekaan Terhadap
Pemberitaan
Berita di media massa itu sangat dahsyat pengaruhnya, sehingga mempengaruhi pikiran dan sikap jutaan pembaca atau penerimanya. Inilah yang disebut bahwa berita dapat membentuk opini publik. Bahayanya apabila berita itu menyangkut citra dan martabat seseorang. Khususnya bila berita itu tidak benar, isu, gosip, ditambah-tambah, dibelok-belokan, atau fitnah. Hal inilah yang sering dikeluhkan bahwa pemberitaan dapat menghakimi atau “membunuh karakter” seorang individu. Ini tidak adil dan kejam! Disamping itu, jurnalistik memang menganut prinsip anomali, yakin sesuatu yang aneh, “sakit”, penyimpangan dan unik dinilai sebagai daya tarik berita. Namun sayang, suatu berita dianggap seolah-olah mewakili keadaan mayoritas pada umumnya. Oleh karena itu diperlukan kepekaan hati, sikap kritis, dan bijak setiap menerima/mencerna setiap berita. Selain itu sikap dalam menghadapi setiap gosip atau pemberitaan yang belum tentu benar pemberitaannya.
Mencermati Fenomena Perilaku Ikut-ikutan
Tidak
semua hal yang diikuti dan serempak dilakukan orang banyak adalah kebenaran!
Tidak setiap perkara yang dianut oleh mayoritas masyarakat itu, pasti suatu
kebaikan. Sering kali suatu kebenaran itu hanya diikuti dengan sebagian kecil
masyarakat yaitu masyarakat yang masih teguh memegang nilai-nilai/norma. Dan
merekalah yang bakal sukses dan memperoleh kebahagiaan sebenarnya.
Contoh 1 :
Mayoritas masyarakat barat
menganut pergaulan bebas dengan segala dampaknya. Sehingga penyakit HIV/AIDS
merajalela. Pornografi dan pornoaksi menjadi kebiasaan banyak orang tetapi GAYA HIDUP INI SESAT.
Contoh 2 :
Budaya tidak merokok sepertinya sedikit
masyarakat yang mengikutinya sebagian kecil saja orang yang tidak merokok atau
instansi yang bebas asap rokok. Tapi bukankah sebenarnya perilaku TIDAK MEROKOK YANG SEHAT ?
Untuk itu,
kita perlu mengantisipasi prilaku ikut-ikutan. Kita memiliki pribadi yang
berkarakter sesuai dengan kepribadian bangsa yang kita cintai.
B. Menumbuhkan Kepekaan Sosial
Agar Anda mampu menumbuhkan kepekaan
sosial dalam diri sehingga Anda menjadi pribadi yang asyik untuk diajak bergaul
oleh siapapun.
1. Menyadari Bahwa Kita Tidak Bisa Hidup Sendiri
Mengapa orang tidak mampu memiliki kepekaan sosial yang baik? Salah
satu penyebabnya adalah karena orang itu sering menyendiri dan tidak mau
berbaur dengan yang lain. Ia ada dalam sebuah lingkungan, tetapi ia tidak
pernah mau untuk berkumpul bersama dengan orang-orang yang ada dalam
lingkungannya. Tiap ada kegiatan bersama, orang yang semacam ini akan cenderung
tidak mau hadir. Di mata Allah, kesendirian adalah hal yang tidak baik.
Kesendirian akan menjadikan manusia tidak memiliki penolong yang sepadan. Sebab
itu, Allah menciptakan manusia dalam sebuah kebersamaan dengan manusia yang
lain. Karena itu, dalam rangka membangun kepekaan sosial, keluarlah dari
kesendirian dan masukilah kehidupan bersama dengan orang lain yang ada di
sekitar kita.
2.
Bergaul Dengan Sebanyak-Banyaknya Orang
Perjumpaan dengan banyak orang akan membuat kita makin mudah mengetahui
perbedaan karakter dari tiap-tiap pribadi. Ketika Tuhan menciptakan manusia,
Tuhan menciptakannya dengan keunikan dan kekhususan masing-masing. Di dunia
ini, tidak ada manusia yang sama persis. Orang yang kembar identik pun
tetap memiliki perbedaan satu dengan yang lainnya. Karena itu, ketika kita
membiasakan diri kita untuk bergaul dengan banyak orang, hal itu akan mengasah
kemampuan kita untuk melihat masing-masing orang dengan keunikannya.
3. Memperhatikan Dan Memperbaiki
Cara Berbicara
Cara berbicara adalah hal yang perlu untuk kita perhatikan dalam hidup
bersama orang lain. Banyak orang yang dalam kehidupan sehari-hari berselisih
dan bertengkar karena cara bicaranya yang tidak menunjukkan kepekaan terhadap
orang-orang yang ada di sekitarnya. Keterlibatan kita dalam organisasi akan
mengasah kita untuk memiliki kepekaan dalam mengutarakan ide dan pendapat
sehingga tidak melukai orang lain. Keterlibatan ini juga akan membuat kita
mampu mengenali cara berpikir dan cara bicara orang lain sehingga sedikit
banyak kemampuan kita untuk mengenal orang lain akan terasah.
4. Terlibat Dalam Kegiatan Sosial
Kegiatan sosial merupakan kegiatan yang sering dilakukan oleh banyak
orang pada masa sekarang. Kegiatan ini biasanya dilakukan dalam berbagai macam
bentuk, misalnya: kunjungan ke panti asuhan, pengumpulan dana untuk korban
bencana, pengobatan gratis, dan sebagainya. Jika Anda mendengar di sekolah Anda
atau di lingkungan Anda melakukan kegiatan-kegiatan semacam itu, sedapat
mungkin terlibatlah dalam kegiatan itu. Ambillah peran sesuai dengan talenta
dan kemampuan Anda. Kegiatan ini merupakan kegiatan positif yang akan mengasah
kepekaan terhadap orang-orang yang sedang membutuhkan pertolongan. Melalui
kegiatan itu, Anda akan dibentuk menjadi pribadi yang memiliki kepedulian
terhadap orang-orang yang perlu diperhatikan dan dipedulikan dalam hidup ini.
5. Mengembangkan Empati
Empati merupakan kemampuan untuk merasakan dan memahami perasaan orang
lain. Kunci untuk memahami perasaan orang lain adalah mampu membaca pesan non
verbal, seperti nada bicara, gerak-gerik, ekspresi wajah, dan sebagainya.
Seseorang yang memiliki kemampuan ini akan lebih pandai menyesuaikan diri,
lebih mudah bergaul, dan lebih peka. Empati dapat kita kembangkan apabila kita
membiasakan diri untuk bergaul dengan orang lain dan mengamati orang-orang yang
ada di sekitar kita.
6. Berperilaku Prososial
Perilaku prososial adalah istilah yang digunakan oleh para ahli
psikologi untuk menjelaskan perilaku sukarela yang ditujukan untuk kepentingan
atau keuntungan orang lain, seperti: berbagi, membantu seseorang yang
membutuhkan, bekerja sama dengan orang lain, dan mengungkapkan simpati.
Perilaku ini menuntut adanya kesediaan untuk berkorban bagi orang lain,
menghargai keberadaan orang lain, dan tidak menempatkan diri sendiri lebih
tinggi dari orang lain.
7. Melihat Dan Bertindak
Di sekitar kita, banyak orang yang
memiliki keterbatasan sehingga tidak dapat menjalankan aktivitas sosialnya
dengan normal. Misalnya, orang-orang miskin, anak-anak jalanan, dan orang-orang
yang sudah lanjut usianya. Mereka membutuhkan perhatian lebih, bahkan
pertolongan yang nyata dalam kesusahan mereka.
Orang yang memiliki kepekaan sosial
adalah orang yang pada saat melihat orang lain yang ada dalam kondisi yang
susah tidak akan hanya berhenti pada memandang orang itu, melainkan melakukan
sesuatu untuk orang yang dilihatnya itu. "Sesuatu" di sini tidak
harus dengan memberi uang atau barang, melainkan juga bisa dalam bentuk
perbuatan lain, misalnya berdoa untuk orang itu.
C. Melatih Kepekaan Diri
Andaikata kita ingin tahu bagaimana masa depan kita,
sederhana sekali, Iihat apa yang kita lakukan saat ini. Kalau saat ini kita
pemalas, yang akan terjadi adalah masa depan yang suram. Begitupun bila licik,
pasti masa depan kita tidak berbeda jauh dengan kelicikan yang dikerjakan saat
ini. Karena segala yang kita lakukan akan kembali kepada pelakunya.
Perbuatan baik akan menjadi buah
kebaikan, tidak sekarang mungkin nanti. Begitu pula jika amat buruk yang
dikerjakan, pasti berbuah keburukan pula. Kita semua sungguh harus menyadarl
dan memahami, tidak ada yang celaka, kecuali buah dari pekerjaan kita sendiri.
Oleh karena itu, kewajiban kita hanya
dua hal.
Pertama, serius mencari dan menemukan kekurangan diri;
tidak usah sibuk membela diri.
Kedua, mengembang terus kemampuan supaya mampu berbuat
lebih baik. Karena kemuliaan seseorang dilihat dari tingkat manfaatya bagi
orang lain. Orang memang cenderung tebih sibuk dengan kepentingan dirinya,
dengan aktivitas yang menguntungkan diri.
STRATEGI BELAJAR SESUAI DENGAN GAYA BELAJAR
James O. Whittaker (Djamarah, Syaiful
Bahri
, Psikologi Belajar) Belajar adalah Proses dimana tingkah laku
ditimbulkan atau diubah melalui latihan atau pengalaman.
Winkel, belajar adalah aktivitas mental atau psikis, yang
berlangsung dalam interaksi aktif dengan lingkungan yang menghasilkan
perubahan-perubahan dalam pengetahuan, pemahaman, ketrampilan, nilai dan sikap.
R. Gagne (Djamarah, Syaiful Bahri, Psikologi Belajar)
Belajar adalah suatu proses untuk memperoleh motivasi dalam pengetahuan,
ketrampilan, kebiasaan dan tingkah laku.
Ciri-ciri Belajar - Hakikat belajar
Ciri-ciri belajar adalah sebagai berikut :
- Adanya kemampuan baru atau perubahan. Perubahan tingkah laku
bersifat pengetahuan (kognitif), keterampilan (psikomotorik), maupun nilai
dan sikap (afektif).
- Perubahan itu tidak berlangsung sesaat saja melainkan menetap atau
dapat disimpan.
- Perubahan itu tidak terjadi begitu saja melainkan harus dengan
usaha. Perubahan terjadi akibat interaksi dengan lingkungan.
- Perubahan tidak semata-mata disebabkan oleh pertumbuhan fisik atau kedewasaan, tidak karena kelelahan, penyakit atau pengaruh obat-obatan
Hakekat belajar adalah suatu proses usaha yang dilakukan secara
sadar dan terus menerus melalui bermacam-macam aktivitas dan pengalaman guna
memperoleh pengetahuan baru sehingga menyebabkan perubahan tingkah laku yang
lebih baik. Perubahan tersebut bisa ditunjukkan dalam berbagai bentuk seperti
perubahan dalam hal pemahaman, pengetahuan, perubahan sikap, tingkah laku dan
daya penerimaan.
Strategi adalah sebuah cara yang dipakai oleh seseorang dalam melakukan sesuatu smart (cerdik)
b. Tentang Gaya Belajar
Gaya belajar atau learning style sering diartikan sebagai karakteristik dan
preferensi atau pilihan individu mengenai cara mengumpulkan informasi, menafsir
kan, mengorganisasi, merespon, dan memikirkan informasi tersebut. Gaya belajar
merupakan kunci untuk mengembangkan kinerja dalam pekerjaan, di sekolah, dan
dalam situasi-situasi antar pribadi. Ketika Kamu sudah bisa mengenal gaya
belajar Kamu yakni bagaimana Kamu menyerap dan mengolah informasi, maka Kamu
akan dapat menjadikan belajar dan berkomunikasi lebih mudah sesuai dengan gaya
belajar Kamu sendiri.
Ada tiga macam gaya belajar, yaitu :
1. Gaya
Belajar Visual; yaitu
gaya belajar yang lebih banyak menggunakan indra mata sebagai alat untuk
menyerap informasi. Orang-orang visual banyak mengikuti ilustrasi atau membaca
instruksi sendiri.
2. Gaya Belajar Auditorial; yaitu gaya belajar yang banyak menggunakan
telinga sebagai alat untuk menyerap informasi yang masuk. Orang-orang
auditorial lebih senang informasi itu dia dengarkan dari orang lain
3. Gaya
Belajar Kinestetik, yaitu
gaya belajar yang lebih menekankan praktik langsung atas apa yang sedang
dipelajari. orang-orang kinestetik lebih senang kalau dibiarkan mengerjakan
sendiri atau praktik langsung.
c. Modalitas Belajar,
Ciri-ciri serta Strategi Belajarnya
Lingkungan
belajar memberi pengaruh besar pada keberhasilan belajarmu. Karena itu,
ciptakanlah suasana belajar yang nyaman, sehat, dan santai. Lingkungan yang
nyaman bersifat subjektif karena terkait dengan modalitas belajar.
Jika Anda adalah
seorang dengan modalitas VISUAL, pengingat-pengingat visual seperti poster,
akuarium atau lukisan akan membuatmu memiliki sikap positif dalam belajar.
Jika Anda memiliki
modalitas AUDITORIAL, penggunaan musik untuk belajar atau suasana yang tenang
tanpa suara merupakan syarat mutlak untuk membantu Anda lebih berkonsentrasi.
Jika Anda memiliki
modalitas KINESTETIK, biasanya senam ringan diperlukan sebelum belajar. Bahkan,
sekadar melompat-lompat di ruang belajar dapat membantu Anda berkonsentrasi
dalam belajar.
Setiap
modalitas memiliki ciri-ciri tersendiri, adapun ciri-ciri tersebut sebagai
berikut :
Ciri-ciri Orang dengan Modalitas Visual
1. Rapi dan teratur
2. Berbicara dengan cepat
3. Perencana dan pengatur jangka panjang yang
baik
4. Teliti terhadap detail
5. Mementingkan penampilan
6. Pengeja yang baik dan dapat melikat
kata-kata yang sebenarnya dalam pikiran mereka
7. Lebih mengingat apa yang dilihat daripada
yang didengar
8. Mengingat dengan asosiasi visual
9. Biasanya tidak terganggu oleh keributan
10. Mempunyai masalah untuk menginat instruksi
verbal kecuali ditulis dan seringkali minta bantuan orang untuk mengulanginya.
11. Pembaca cepat dan tekun
12. Lebih suka membaca daripada dibacakan
13. Memerlukan pandangan hidup dan tujuan yang
menyeluruh serta sikap waspada sebelum secara mental merasa pasti mengenai
suatu masalah atau proyek
14. Mencorat-coret tanpa arti selama berbicara
di telepon dan dalam rapat
15. Lupa menyampaikan pesan verbal kepada
orang lain
16. Sering menjawab pertanyaan dengan jawaban
singkat “ya” atau “tidak”
17. Lebih suka melakukan demonstrasi daripada
berpidato
18. Lebih suka seni lukis daripada seni musik
Strategi Belajar Efektifnya
:
a. Belajar dengan gambar, diagram dan peta
b. Membuat coretan, simbol, tanda-tanda
penting
c. Gunakan video, gambar-gambar berwarna
d. Membuat pengelompokan
Ciri-ciri Orang dengan Modalitas Auditorial
1. Berbicara kepada diri sendiri pada saat
bekerja
2. Mudah terganggu oleh keributan
3. Menggerakkan bibir mereka dan mengucapkan
tulisan di buku ketika membaca
4. Senang membaca dengan keras dan mengdengarkan
5. Dapat mengulangi kembali dan menirukan
nada, irama dan warna suara
6. Merasa kesulitas untuk menulis, tetapi
hebat dalam bercerita
7. Berbicara dalam irama yang terpola
8. Biasanya merupakan pembicara yang fasih
9. Lebih suka seni musik daripada seni lukis
10. Belajar dengan mendengarkan dan lebih
mengingat apa yang didiskusikan daripada yang dilihat
11. Suka berbicara, suka berdiskusi, dan
menjelaskan sesuatu dengan panjang lebar
12. Mempunyai masalah dengan
pekerjaan-pekerjaan yang melibatkan visualisasi, seperti memotong bagian-bagian
hingga sesuai satu sama lain.
13. Lebih pandai mengeja dengan keras daripada
menuliskan sesuatu
14. Lebih suka gurauan lisan daripada membaca
komik
Strategi Belajar Efektifnya
:
a. Membaca dengan suara / cerita
b. Menulis ulang yang dipelajari / ringkasan
c. Diskusi, berdebat, wawancara
d. Mendengar melalui kaset, seminar,
lokakarya
Ciri-ciri Orang dengan Modalitas Kinestetik
1. Berbicara dengan perlahan
2. Menanggapi perhatian fisik
3. Menyentuh orang untuk mendapatkan
perhatian mereka
4. Berdiri dekat ketika berbicara dengan
orang
5. Selalu berorientasi pada fisik dan banyak bergerak
6. Mempunyai perkembangan awal otot-otot yang
besar
7. Belajar melalui manipulasi dan praktik
8. Menghafal dengan cara berjalan dan melihat
9. Menggunakan jari sebagai penunjuk ketika
membaca
10. Banyak menggunakan isyarat tubuh
11. Tidak dapat duduk diam untuk waktu lama
Strategi Belajar Efektifnya
:
a. Melakukan Praktek
b. Mengamati demo / contoh konkret
c. Drama, permainan, aktivitas lapangan
d. Menggunakan model, lego, alat praktik,
kerajinan tangan, puzzle
e. Menggunakan gerak dalam belajar






.jpeg)



